Piknik ke masa lalu

Piknik ke masa lalu

Di salah satu media sosial saya pernah bertanya kepada seseorang tentang Kalender Jawa. Kalender Jawa itu mempunyai angka tahun yang lebih lama tetapi kok bisa ada unsur nama bulan yang mirip dengan Kalender Islam. Jawabannya adalah karena peran Sultan Agung. Saat itu saya merasa takjub karena tidak berpikir sedikitpun ke arah sana. Ternyata Raja Mataram tersebut memperhatikan hal-hal terkait budaya.

Dalam catatan sejarah, Sultan Agung dikenal sebagai pahlawan yang gigih dalam berperang, diantaranya melawan VOC Belanda. Kisah kepahlawanan Sultan Agung tersebut rencananya akan diangkat ke layar lebar. Film garapan Hanung Bramantyo itu mempunyai lokasi syuting di daerah Gamplong, kecamatan Moyudan, Sleman.

Baca juga  Darurat air

Daerah tersebut berjarak belasan kilometer arah barat kota Yogyakarta, mudah dijangkau melewati jalan utama Yogya-Wates. Setelah melewati perempatan Sedayu di kilometer 12, akan dijumpai pertigaan berlampu APILL yaitu pertigaan Klangon. Dari pertigaan tersebut belok kanan saja, setelah menemui jembatan layang, belok kiri ikuti jalan utama kampung, lokasi tidak susah untuk ditemukan.

Lokasi tersebut sekarang dibuka untuk umum. Tidak ada tiket khusus bagi pengunjung untuk masuk ke area tersebut. Pengunjung cukup membayar uang parkir kendaraan. Di sana telah dibuat bangunan-bangunan yang menyerupai Keraton dengan tembok yang mengelilingi, benteng VOC, rumah-rumah ala Belanda dan lain-lain.

Baca juga  Buku Pegangan bagi Mereka yang Ingin Belajar Investasi

Ketika kita berada di sana seolah-olah kita terbawa ke masa lalu. Masa ketika wilayah yang sekarang bernama Indonesia ini dahulunya masih berbentuk kerajaan dan harus berjuang melawan penjajah. Bedanya , kita tidak membawa senjata ke mana-mana, yang kita bawa adalah kamera atau smartphone untuk selfie.

Sharingkedia รท