Sabtu libur, seperti Yahudi

Sabtu libur, seperti Yahudi

Suatu kali kami mendatangi seorang nenek berniat menggunakan jasanya yaitu sebagai tukang pijat, maklumlah sebagai seorang kuli memang yang sering dirasakan adalah pegal-pegal saja, tidak pantas sakit macam-macam.

Tetapi kami dibuat kecewa karena beliau menyatakan ketidaksanggupannya. Alasannya karena saat itu hari Sabtu yang menurut beliau tidak boleh bekerja/praktek, sudah tradisi katanya.

Saya merasa heran, bukan karena Simbah tersebut masih berkeyakinan seperti itu. Yang membuat menggelitik pikiran adalah liburnya hari Sabtu, bukan Sabtu Pahing atau Sabtu apa. Maksud saya, biasanya hari pantangan itu adalah perpaduan hari+pasaran, bukan hari saja.

Ingatan saya kemudian tertuju pada cerita kaumnya Nabi Musa, Bani Israil. Pada saat itu ada satu hari khusus tidak diperbolehkan bekerja atau beraktifitas yaitu hari Sabtu. Tetapi ada orang-orang dari bangsa Yahudi tersebut tidak mentaati aturan, mereka tetap mencari ikan pada hari yang dilarang. Akhirnya mereka dikutuk menjadi kera. Tentang dijadikannya mereka kera tersebut apakah benar secara fisik ataukah sebatas perumpamaan, saya kurang tahu.

Mungkinkah ini ada hubungannya dengan yang pernah diceritakan Emha alias Cak Nun bahwa bangsa Jawa adalah nenek moyang bangsa Yahudi? Tidak ada pastinya, ini cuma pikiran saya yang kadang malah terbalik. Pikiran orang yang kecapekan, butuh belaian.

Sharingkedia รท