Kampanye di internet dan media sosial masihkah sehat?

Kampanye di internet dan media sosial masihkah sehat?

Ngopi dulu kita, semenjak diketahui hanya 2 pasangan calon presiden dan wakil yaitu Joko Widodo – Ma’ruf Amin dengan Prabowo Subianto – Sandiaga Uno, maka hanya mereka yang telah resmi maju dalam Pilres 2019 mendatang. Bagi rakyat Indonesia bisa jadi ini adalah hal yang sangat ditunggu-tunggu.

 

Secara bro, para pendukung salah satu pasangan calon Presiden menunjukkan kelebihan pilihannya dengan memposting, membagikan dan banyak banget yang dilakuin dengan ikhlas dengan harapan pilihannya menang dan dapat membangun negeri ini lebih sejahtera, adil, makmur dan sebagainya. Di samping itu Bro.. ada beberapa bahkan banyak sih yang melakukan kampanye negatif, tapi tenang itu bukan hal baru lagi, kita semua sudah terbiasa dirisihkan dengan hal itu.

Sebenarnya kalau menurut saya itu tidak merubah pilihan seseorang karena terlanjur basah Bro. Ya gimana lagi kebanyakan orang kita Indonesia nih banyak yang fanatik Bro, saking fanatiknya apapun yang dilakukan oleh orang atau publik figur yang menjadi idamannya pokoknya bener terus kalau salah selalu bisa dimaklumi dan mereka sangat optimistis terhadap hal tersebut karena ada pepatah andalan kita yaitu tak ada gading yang tak retak, retaknya oleh sebab apapun dan oleh siapapun.

Yes, ini bagus. Kedua pasangan capres-cawapres ini memang bagus-bagus kalau dilihat dari sisi baiknnya masing-masing seperti kalau kita melihat sisi baik diri kita sendiri. Hah, bagusnya dari mana Bro? Salah satu hal yang bagus dari mereka adalah mentalitas Bro, buktinya elektabilias mereka dipertimbangkan oleh semua orang tentunya dikhawatirkan lawan politik atau yang berbeda pilihan, khawatir kalau calon yang diusung tidak menang. Dan ini menjadi perhatian serius lawan politik untuk meraup suara rakyat.

Baca juga  Perbedaan periode PILKADA serentak


Kita tahu bahwa asas PEMILU adalah Luber dan Jurdil jadi salah satu dari asas yaitu Rahasia sekarang ini seperti sudah tidak berlaku atau terabaikan, kecuali saya ya saya, mungkin kamu ya kamu. Sehingga untuk minoritas seperti saya hanya bisa menonton saja, silahkan saja berkampanye di internet dan media sosial karena kita tahu itu tidak mengubah pilihan orang, maksudnya orang yang sarat informasi. Apapun itu, semangat jelas membangun negara yang dimulai dari membangun diri, membangun mentalitas anti calo dan anti pungli saja bukanlah mudah.

Sharingkedia ÷