Hilangnya Teteg Sepur Sentolo

Hilangnya Teteg Sepur Sentolo

Tiap kali diajak kedua orangtuanya ke pasar, keponakan saya memilih menunggu di dekat rel kereta api bersama ayahnya daripada ikut ibunya berbelanja. Tempat tersebut cukup aman, berada di dekat palang pintu kereta api atau biasa disebut teteg sepur. Menyaksikan kereta api melintas memang menjadi hiburan tersendiri bagi anak-anak usia balita.

Ada tanda tersendiri sebelum kereta api melintas yaitu bunyi “tulit..tulit..” dan diikuti dengan menutupnya palang pintu kereta api, sehingga kendaraan-kendaraan dari 2 arah harus berhenti. Keponakan sayapun sudah hafal, sehingga seringkali memperagakan menutupnya palang pintu tersebut dengan kedua tangannya disertai bunyi “tulit..tulit..” sewaktu bermain di lingkungan rumah.

Namun kini momen seperti itu sudah tak ada lagi, tak ada tanda-tanda awal kereta api bakal melintas. Tepatnya tanggal 7 Desember 2017 Dinas perhubungan dan pihak-pihak terkait mencabut palang pintu di daerah Sentolo tersebut serta menutup perlintasan. Perlintasan tersebut berada tidak jauh dari Jalan Nasional sehingga sewaktu menunggu kereta api melintas antrian kendaraan sudah mengular hingga ke jalan raya tersebut. Kondisi inilah yang menyebabkan kesemrawutan, termasuk ketika palang pintu tersebut dibuka kendaraan-kendaraan dari 2 arah melaju dalam medan yang sempit, sehingga dapat menimbulkan kecelakaan.

Baca juga  Jejak sejarah di Situs Warungboto

Kini pengguna jalan yang biasa melewati area teteg sepur tersebut dialihkan untuk melewati jalan layang dan melewati perempatan Ngelo, walaupun terhitung menambah jarak tempuh dan waktu yang lebih lama pastinya. Bagi yang tidak mau ngalang melewati perempatan Ngelo, ada jalan alternatif yang bisa dilewati. Jalan tersebut melewati jalan pinggir kampung bersebelahan dengan rel kereta api, selanjutnya melewati jalan sempit di sebelah persawahan yang berujung di dekat menara selular. Menara tersebut terletak tidak jauh dari jembatan layang Ngeplang. Dari situ kemudian sudah bisa terhubung ke jalan nasional jalan Wates. Kemudian bagaimana tentang hilangnya satu momen keceriaan anak-anak seperti keponakan saya seiring hilangnya teteg sepur tersebut? Hmm… sabar nak, ini ujian!

Sharingkedia ÷