Ra tegelan malah ditegeli

Ra tegelan malah ditegeli, ini adalah ungkapan dalam bahasa Jawa yang artinya kurang lebih kita tidak tega kepada orang tetapi orang malah “tega”  kepada kita.  Ketika kita tidak tega akan keadaan/ penderitaan orang lain kemudian kita menolongnya, pada akhirnya respon orang itu tidak seperti yang kita harapkan ataupun kita dikecewakan. Menurut pandangan kita, orang itu… Selengkapnya

Berfilsafat

Ketika kita mendengar kata “filsafat”, biasanya pikiran kita  langsung tertuju ke zaman Yunani kuno kemudian ada Sokrates, Plato & Aristoteles. Memang benar mereka adalah tokoh filsafat, tetapi berfilsafat itu hak setiap manusia yang memiliki akal. Filsafat itu artinya sederhana, yaitu berpikir secara terstruktur. Ketika kita berpikir secara terstruktur, maka kita sudah berfilsafat, tak peduli kita… Selengkapnya

Manunggal, bersatunya 2 kabupaten

Seperti biasa, setiap akhir September ataupun awal Oktober di Kabupaten Kulon Progo diadakan suatu event tahunan yaitu Manunggal Fair, tetapi masyarakat lebih banyak yang menyebut Pasar Malam. Sering disebut pasar malam karena memang lebih ramai ketika malam hari, bersamaan dengan itu pihak penyedia aneka wahana permainan juga menyewa dan beroperasi di area pameran. Manunggal Fair… Selengkapnya

Komunis, tak beragama?

Masih ada sebagian masyarakat yang mengartikan kata “komunis”  sebagai orang yang tidak beragama, padahal bukan itu arti sebenarnya. Adanya pengertian yang seperti itu mungkin disebabkan cerita sejarah di Indonesia. Di masa lalu, sebuah partai dengan ideologi  komunis berusaha mengganti dasar ideologi  dalam bernegara, dengan melakukan pemberontakan. Banyak diceritakan, bahwa pemberontakan tersebut disertai dengan aksi kekejaman… Selengkapnya

Darurat air

Menurut tata bahasa, yang benar itu “darurat kekeringan” ataukah “darurat air”? Di media massa banyak tulisan yang menggunakan gabungan kata “darurat kekeringan” walaupun secara pribadi saya lebih setuju dengan “darurat air”, itu menurut logika pemikiran saya. Tetapi ini kan demokrasi, hal-hal yang mayoritas adalah yang menang atau yang benar. Contoh lain adalah “air putih” ataukah… Selengkapnya

Dipikir karo mlaku

Disadari atau tidak, ternyata bangsa Jawa ini penuh dengan filosofi. Bahkan dari semua kalangan , semua memiliki filosofi dalam bertindak ataupun dalam berperilaku dalam keseharian. Misalnya, “alon-alon waton kelakon” maksudnya tidak usah terburu-buru, pelan-pelan saja nanti juga terlaksana. Ada juga “Sapa gawe bakale nganggo”, bahwa siapa yang berbuat nanti dia juga akan menikmati hasilnya, baik… Selengkapnya