Wajah Baru Pantai Trisik

Setelah sekian lama kita sibuk dengan kegiatan sehari- hari misal bekerja, sekolah dan aneka macam kegiatan lainnya suatu ketika kita akan mengalami kejenuhan. Jika kita sudah mengalami hal tersebut pastinya akan susah untuk fokus, gairah menurun dan sebagainya. Ini adalah satu tanda kita butuh penyegaran pikiran dan suasana. Ya, kita butuh piknik!

Piknik ini memang diperlukan, orang yang kurang piknik itu gampang panik, katanya. Padahal sama saja orang yang kurang piknik dengan orang yang sering piknik, sama-sama mudah panik. Salah satu tempat yang favorit untuk piknik adalah pantai. Di pantai kita bisa menghirup udara segar di pagi hari, bermain-main pasir dan ombak yang datang dan pergi atau sekedar santai di pinggiran pantai. Di pantai kita bisa memahami bahwa sebesar-besar masalah itu sebenarnya kecil dibanding luasnya lautan. Namanya hidup memang harus ada masalah, masalah akan selalu ada datang dan pergi, ya seperti ombak itu.

Salah satu pantai yang bisa kita jadikan pilihan khususnya untuk daerah Yogyakarta dan sekitarnya adalah pantai Trisik. Pantai ini terletak di wilayah kecamatan Galur, daerah tenggara kabupaten Kulon Progo.
Ada yang lain saat saya berkunjung ke pantai Trisik, wajah baru terlihat di sana. Kawasan yang saya maksud ini letaknya berada di sebelah timur tempat yang biasanya. Ketika kami belum masuk ke area parkir saja sudah terlihat keramaiannya. Selain ada area parkir motor, tersedia juga parkir roda 4 alias mobil.
Setelah masuk ke area wisata tersebut, bersebelahan dengan area parkir telah berderet tenda-tenda orang berjualan bertulis “ Laguna Pantai Trisik”.

Geser sedikit dari area tersebut kita akan menemui “landmark” tembok berbentuk tulisan yang menjadi judul kawasan tersebut, Laguna Pantai Trisik. Tepat di belakang tembok tersebut terdapat tempat bagi anak-anak untuk bermain air atau berenang-renang, kalau tidak salah tempat ini biasanya disebut kolam renang anak. Tak jauh dari tembok ciri khas tadi terdapat gapura masuk yang terbuat dari rangkaian bambu yang juga cukup apik.

Akan dapat kita jumpai rangkaian-rangkaian bambu layaknya jembatan setelah kita masuk gapura. Jembatan-jembatan tersebut dibuat mengelilingi laguna. Bagi yang berminat di laguna tersebut disewakan kendaraan yang bisa ditumpangi untuk mengelilingi laguna , berbentuk bebek raksasa. Sering disebut dengan kapal kayuh.. Kita juga bisa menikmati suasana santai di bawah rindangnya pepohonan sambil menikmati aneka jajanan dari para penjual di sana. Terasa lebih asyik jika kita ke sana bersama teman-teman atau keluarga.

Bagaimana, penasaran tidak dengan suasana baru tersebut, kalau tidak ya tak apalah, tidak berdosa kok. Coba diingat, kira-kira kapan sampeyan pergi ke pantai? Bagi yang sudah lama tidak ke pantai, bolehlah sekali-kali main ke sana.

Post Author: Ateam Chartam

manusia biasa

Tinggalkan Balasan