Ra tegelan malah ditegeli

Ra tegelan malah ditegeli, ini adalah ungkapan dalam bahasa Jawa yang artinya kurang lebih kita tidak tega kepada orang tetapi orang malah “tega”  kepada kita.  Ketika kita tidak tega akan keadaan/ penderitaan orang lain kemudian kita menolongnya, pada akhirnya respon orang itu tidak seperti yang kita harapkan ataupun kita dikecewakan.

sasint / Pixabay (gambar ilustrasi)

Menurut pandangan kita, orang itu tidak bisa menempatkan diri atau bahkan tidak tahu diri. Kita sudah mengesampingkan urusan kita demi dia tetapi dia malah tidak bisa menghargai. Akhirnya  urusan kita  tersebut  sampai pada waktunya harus berjalan sebagaimana mestinya, muncullah lubang yang harus ditambal. Biasanya ini terjadi dalam hal hutang piutang. Semisal ada seseorang yang tanya ke kita apakah ada uang yang bisa dia pinjam. Kemudian kita jawab bisalah, asalkan harus dikembalikan tanggal sekian. Terjadilah kesepakatan, dengan tanggal jatuh tempo sudah ditentukan. Masalah muncul ketika sudah jatuh tempo tetapi uang kita belum kembali juga. Akhirnya malah kita yang mengalami kesusahan.

Ada rasa kecewa, merasa dikhianati dan sebagainya. Rasa  kecewa  yang kita alami itu manusiawi, tetapi bagaimana caranya kita tidak berlarut-larut dalam kekecewaan itu, atau meminimalisir rasa kecewa. Mungkin kita lupa melibatkan Tuhan di dalamnya. Bahwa pada kesusahan orang itu, ada Tuhan di sana. Jika kita menolong orang itu pastilah kita temukan Tuhan di sisinya. Mungkinkah Tuhan tidak memberi balasan  padahal  kita sudah menolong (hamba)Nya?

Titik beratnya bukan kemudian mengharap-harapkan balasan, kalau seperti itu  namanya pamrih. Tetapi kita tidak usah khawatir  akan kekurangan-kekurangan ataupun “ lubang”  yang ada karena efek dari membantu ataupun menolong orang yang kesusahan . Mungkin ini ada kaitannya dengan kata ikhlas.  Percayalah Tuhan  bersama kita, kalau kita sudah bersama Tuhan, perasaan kita akan damai, ayem tentrem dan semacamnya.

 

Post Author: Ateam Chartam

manusia biasa

Tinggalkan Balasan