Penyebab Kegagalan Investasi yang Sering dialami Investor

Kegagalan dalam investasi membuat seorang investor berada dalam situasi sulit. Gagal investasi bisa menyebabkan seseorang kehilangan uang, tidak mendapatkan imbalan yang diinginkan dan juga tidak bisa mencapai tujuan keuangan. Kegagalan tidak untuk disesali tetapi untuk direnungi apa yang menjadi penyebabnya. Dengan demikian, kegagalan akan menjadi pemicu untuk lebih baik. Begitu juga dengan kegagalan dalam berinvestasi, anda harus mencari apa yang menjadi penyebabnya.

geralt / Pixabay (gambar ilustrasi)

Apa penyebab seseorang gagal dalam melakukan investasi?

1.Orientasi pada hasil

Sah-sah saja jika anda ingin mendapatkan hasil yang besar dalam investasi. Tetapi jika anda terlalu terpaku pada hal ini, bisa saja ini membahayakan diri anda. Mengapa? Karena anda akan mengabaikan risikonya. Dalam investasi produk keuangan, resiko akan selalu ada. Dalam investasi, resiko yang besar akan sebanding dengan timbal balik yang juga besar. Hal-hal seperti inilah yang membuat banyak orang tergiur dengan investasi abal-abal. Investasi abal-abal menawarkan imbal balik yang sangat besar dan diklaim tidak memiliki resiko apapun.

2. Sembarangan

Penyebab kegagalan investasi, salah satunya, adalah sembarangan dalam menetapkan langkah-langkah saat akan berinvestasi. Tahukah anda bahwa sembarangan dalam melakukan investasi juga bisa menggagalkan investasi yang anda lakukan. Oleh karena itu, sangat penting untuk menentukan langkah secara tertatur sebelum memutuskan untuk investasi. Pastikan anda mencari tahu tentang langkah-langkah mudah mengurangi hutang serta memiliki dana darurat. Tidak ada salahnya anda mempelajari terlebih dahulu cara-cara melakukan investasi dan kemana anda sebaiknya berinvestasi.

3.Ingin hasil yang instan

Dibutuhkan kedisiplinan dalam mengumpulkan uang dan mengalokasikan dana untuk investasi. Tanpa kedua hal tersebut, investasi kemungkinan besar akan gagal. Jenis kegagalan banyak dimulai dari gagal mendapatkan tujuan keuangan sampai dengan gagal dalam mendapatkan timbal balik yang diinginkan. Ambil saja contoh investasi reksadana, butuh waktu beberapa bulan hingga hitungan tahun agar bisa menghasilkan keuntungan. Oleh karena itu, jika anda memilih sebuah produk investasi, usahakan ketahui terlebih dahulu jenis investasi yang anda pilih secara mendalam dan detailnya. Investasi ibarat pohon, jenisnya sama tetapi waktu untuk mendapatkan buahnya akan sangat berbeda.

Artikel terkait

Post Author: Sharingpedia

Blogger at https://t.co/EYpaUsfvzJ

Tinggalkan Balasan