Tips Memilih Kamera dan Perbandingan kamera DSLR vs Mirrorless

Pembahasan tentang perbandingan, kelebihan, kekurangan dari kamera DSLR dan kamera Mirrorless memang tak ada matinya. Dari sisi teknis memang banyak yang sudah me-review dan membandingkannya, makanya Saya akan membandingkan dari sisi yang sedikit berbeda yaitu dari sisi analogis saja.

Kebutuhan dan hobi fotografi memang bukan hobi murah, kamera memang gear saja yang paling penting adalah kebutuhan, ketekunan dan keseriusan, akan tetapi apabila kita hendak membeli kemudian salah langkah ini bisa menjadi masalah yang cukup serius. Tidak gampang menjual kembali sebuah barang yang relatif tidak murah. Fotografi merupakan hobi yang detail, jadi penghobinya juga jeli dan smart, mereka biasanya dari kalangan menengah ke atas baik dari sisi ekonomi maupun pendidikan. Maka dari itu untuk memulai atau menggemari dibutuhkan kejelian juga.

Perangkat fotografi merupakan sebuah investasi karena bila kita menggemari atau menghobi bisa jadi kita tidak hanya membeli kamera saja nantinya. Awalnya memang tidak terlalu sih, tetapi ada rasa penasaran misalkan begini: bedanya apa ya kalau pakai kamera itu? lensa itu? bagaimana caranya agar bisa mendapatkan hasil seperti itu? dan rasa penasaran lainnnya. Tidak minat fotografi atau videografi? Cuma mau have fun aja. Ok baik, paling tidak kita tidak mau rugi atau salah pilih dong, kalau keuangan tidak menjadi soal itu lain lagi ceritanya.

Dari pembahasan di atas ada hal-hal menarik sehingga kita bisa membandingkannya kekurangan dan kelebihan kamera DSLR dengan Mirrorless dari berbagai sisi di antaranya:

1. Teknologi

Kamera DSLR ada sebelum Mirrorless, seharusnya Mirrorless adalah pengembangan dari kekurangan DSLR, seperti orang tua dan anak, anak lebih muda secara eksistensi bisa lebih lama. Bagaimana jika mirrorless merupakan sebuah mekanisme yang gagal? Tidak semua langsung sukses, baik sukses secara teknologi maupun sukses dipasaran, sebuah teknologi baru yang dikenalkan pastinya banyak yang harus dibenahi. Para pengembang teknologi dan mekanik kamera tentunya akan lebih mem-progress pada teknologi yang lebih baru.

2. Pengalaman Pengguna

Kalau dikalkulasi dari pengalaman pengguna menurut saya belum objektif karena jumlah pengguna DSLR tentunya masih lebih banyak dari pada mirrorless. Dari pengguna yang subjektif, bisa jadi membuat testemoni yang dipakai adalah yang lebih baik untuk salah satu strateginya yaitu mempertahankan harga pasar.

3. Harga

DSLR memiliki rangkaian part yang lebih kompleks dan rumit, maka Mirrorless seharusnya lebih terjangkau daripada DSLR. Jika harga tidak menjadi soal, maka bisa beli keduanya yang mahal pasti bagus, contohnya kamera Leica.

4. Fungsi, fitur dan kompatibilas

Ini adalah pembahasan dari sisi teknis, jadi kita sesuaikan dengan selera dan kebutuhan misalnya: Untuk apa kita membeli kamera? Jika kita memiliki armada, waktu dan tempat yang luas serta mengutamakan kualitas bisa jadi Kamera DSLR lebih baik, kalau kita pengen sesuatu yang lebih ringkas, ringan dan praktis Mirrorless lebih cocok. Pertimbangan lainnya adalah kompatibilitas misalkan lensa, aksessoris, drone, harga dan lain-lain.

Free-Photos / Pixabay (foto ilustrasi)

5. Kok malah tambah bingung ya?

Bagus, berarti mungkin Anda mulai serius. Sebaiknya tidak perlu berlama-lama, langsung pilih beli atau tidak sama sekali. Mengapa begitu yakin? Karena manufacturer kamera rata-rata adalah perusahaan kelas dunia dan tidak main-main, untuk membuat kamera perlu riset dan resource yang besar nan mahal, jadi kamera yang beredar di pasaran terutama yang branded seperti Leica, Olympus, Nikon, Canon, Sony, Pentax, Panasonic atau Fujifilm itu sudah biasa kita tahu, hampir dipastikan semua bagus hanya tinggal memilih yang cocok saja.

6. Tidak Bisa dibandingkan

Yes, ini adalah kesimpulan yang lebih tepat. DSLR vs Mirrorless itu ibarat PC Desktop vs Laptop tetapi tidak mutlak seperti itu karena banyak pengecualian, ini hanya analogi saja, intinya tidak bisa dibandingkan secara keseluruhan. Pengguna DSLR dan Mirrorless memiliki kebutuhan yang berbeda, segmen dari pengguna dan calon pengguna juga berbeda. Jika Anda sekedar pengen tahu aja, bisa meminjam terlebih dahulu, ini adalah cara paling efisien. Kalau beniat membeli ya pastinya disesuaikan dengan kebutuhan dan isi kantong, Saya contohnya :). *Jito

Artikel terkait

Post Author: Jito

'vertical' not null

Tinggalkan Balasan