Manunggal, bersatunya 2 kabupaten

Seperti biasa, setiap akhir September ataupun awal Oktober di Kabupaten Kulon Progo diadakan suatu event tahunan yaitu Manunggal Fair, tetapi masyarakat lebih banyak yang menyebut Pasar Malam. Sering disebut pasar malam karena memang lebih ramai ketika malam hari, bersamaan dengan itu pihak penyedia aneka wahana permainan juga menyewa dan beroperasi di area pameran.

Alexas_Fotos / Pixabay

Manunggal Fair adalah pameran promosi potensi daerah yang diikuti oleh pelaku Usaha, Mikro, Kecil & Menengah ( UMKM), berbagai instansi, sekolah dll. Selain itu juga digelar hiburan & pentas budaya. Pameran ini biasanya digelar di seputar alun-alun Wates, walaupun pernah juga digelar di tempat lain, misalnya di Lapangan Cangkring.

Untuk tahun 2018 ini digelar di Lapangan Pengasih. Ketika mendengar bahwa pameran akan digelar di “Lapangan Pengasih” saya agak bingung, apakah ini lapangan yang lama ataukah lapangan yang baru. Karena memang ada lapangan yang baru di daerah Pengasih yang berfungsi untuk acara budaya. Lapangan itu berada dekat Taman Budaya Kulon Progo tidak jauh dari SMK 1 Pengasih.
Akhirnya dimana tempat diselenggarakannya pameranpun terjawab sudah, sewaktu melintasi jalan dekat lapangan Pengasih sudah dipasang tenda-tenda untuk stand pameran, ya lapangan Pengasih lama.

Manunggal Fair adalah cara bagi Pemerintah dan warga Kulon Progo untuk mengingat sejarah. Manunggal kurang lebih artinya adalah menyatu ataupun menjadi satu. Kabupaten Kulon Progo yang sekarang ini dahulunya adalah 2 kabupaten yaitu Kulon Progo dan Adikarta.
Kabupaten Kulon Progo adalah bagian dari wilayah kekuasaan Kasultanan Ngayogyakarta sedangkan Adikarta bagian dari Kadipaten Pakualaman.

Setelah diproklamirkannya kemerdekaan Republik Indonesia, kemudian juga amanat dari Sultan Hamengkubuwono IX dan Pakualam VIII,
tentang bergabungnya kedua wilayah ke republik serta pelebeburan menjadi Daerah Istimewa Yogyakarta,
maka perlu dipikirkan untuk menggabungkan kedua wilayah. Setelah melalui beberapa tahapan, akhirnya secara formal tanggal 15 Oktober 1951 ditetapkan menjadi Hari Jadi Kabupaten Kulon Progo.

Begitulah cerita singkatnya, jadi sedikit ada gambaran mengapa pameran tersebut dinamakan Manunggal Fair.

Post Author: Ateam Chartam

manusia biasa

Tinggalkan Balasan