Komunis, tak beragama?

Masih ada sebagian masyarakat yang mengartikan kata “komunis”  sebagai orang yang tidak beragama, padahal bukan itu arti sebenarnya. Adanya pengertian yang seperti itu mungkin disebabkan cerita sejarah di Indonesia. Di masa lalu, sebuah partai dengan ideologi  komunis berusaha mengganti dasar ideologi  dalam bernegara, dengan melakukan pemberontakan. Banyak diceritakan, bahwa pemberontakan tersebut disertai dengan aksi kekejaman , mungkin cerita ini yang menyebabkan bahwa komunis itu kejam, tidak beragama , begitu pengertian mudahnya.

Kata komunis ini dekat dengan komunal dan komunitas, yang berarti kurang lebih kumpulan atau kelompok bersama, mungkin kalau bahasa Arab-nya adalah berjamaah. Komunis, dipengaruhi oleh hasil pemikiran-pemikiran Karl Marx yang secara umum menentang kapitalisme. Kaum kapital ataupun pemilik modal memperoleh kekayaan dengan kurang memperhatikan kaum pekerja, buruh,  tenaga kasar dan lain-lain. Marx menginginkan kesejahteraan kaum tersebut dan ingin menghilangkan kelas sosial.

OpenClipart-Vectors / Pixabay

Kalau memperhatikan sejarah partai komunis di Indonesia, sebenarnya  tidak bisa lepas dari orang-orang beragama. Ada satu organisasi ataupun  perkumpulan bernama Sarekat Islam. Dari Sarekat Islam itulah kemudian muncul satu kubu yang akhirnya membentuk partai komunis. Di Negara Palestina, yang sering disebut sebagai Negara Islam ada juga partai komunis. Mungkin orang yang berpengertian bahwa komunis itu tidak beragama akan bingung ketika melihat gambar di media massa, orang-orang berjilbab sedang dengan atribut partai komunis.

Kemudian, sebutan apa yang pantas untuk “orang tidak beragama”?  Dalam pandangan umum, orang yang tidak beragama, ataupun sebenarnya “bertuhan” dengan cara mereka sendiri itu disebut atheis. Begitulah sedikit penjelasan, semoga kita tidak lagi meneruskan pengertian-pengertian yang salah kaprah.

Post Author: Ateam Chartam

manusia biasa

Tinggalkan Balasan