Jejak sejarah di Situs Warungboto

Berbicara mengenai tempat pemandian biasanya kita langsung tertuju ke Tamansari, walaupun tidak hanya itu tempat pemandian peninggalan sejarah di kawasan Yogyakarta. Salah satunya adalah Tuk Umbul Warungboto yang kini lebih dikenal dengan Situs Warungboto. Tempat ini termasuk dalam wilayah kecamatan Umbulharjo, bisa diakses melalui Jalan Veteran.
Saya ketahui adanya tempat ini berawal ketika saya mengikuti sebuah acara budaya berjudul Jogja Gumregah. Yogyakarta yang selama ini seolah-olah tertidur, sudah saatnya bangun dan bangkit , merawat warisan budaya yang menjadi bagian dari nilai-nilai keistimewaan Yogyakarta. Dalam acara yang saya ikuti tersebut ditampilkan berbagai berbagai macam pertunjukan mulai dari anak-anak yang menyanyikan lagu dolanan, kemudian ada grup ibu-ibu dengan lagu-lagu kasidah dan ada juga kelompok sholawatan versi Jawa. Saya kurang begitu tahu tentang Sholawatan versi Jawa ini, dilantunkan dengan bahasa Jawa dan dengan alat musik tetabuhan . Bagi saya ini adalah hal unik dan menarik karena saya tidak pernah melihatnya dan mungkin sudah jarang di era sekarang. Salah satu yang menjadi sorotan malam itu adalah masih tampilnya seorang personil yang sudah sangat sepuh, untuk naik ke panggungpun beliau perlu dibimbing, salut! Acara yang diselenggarakan Dinas Kebudayaan DIY tersebut kemudian dipuncaki dengan Sinau Bareng .


Situs Warungboto ini adalah tempat istirahat ataupun pesanggrahan keluarga Sultan pada jaman dahulu seperti halnya Tamansari. Dahulunya di sana ada tuk ataupun mata air , tetapi seiring laju jaman dan padatnya pemukiman mata air itu sudah tidak ada. Sewaktu saya ke sana, masih dalam proses pemugaran dan kolampun belum berisi air. Tempat ini sangat apik dan menarik. Ada satu kolam menyerupai persegi yang terhubung dengan kolam seperti lingkaran.Di sebelah kanan dan kiri kolam lingkaran tersebut ada dinding dan beranak tangga menuju tempat yang lebih tinggi, Searah setelah kolam persegi dan lingkaran kita bisa temukan dinding yang berlubang, jalan masuk beranak tangga yang kemudian bisa ke lantai atas, nanti menuju tempat yang sama. Di lantai atas tersebut akan kita jumpai ruang kosong tak beratap yang tidak begitu luas. Di bagian ujung depan ada satu bagian dinding yang menjorok seperti halnya di masjid. Saya menduga bagian ini dahulunya adalah untuk melaksanakan sholat ataupun mushola. Di samping rangkaian kolam tadi ada bekas bangunan yang waktu itu masih dipugar, saya kira itulah tempat istirahat ataupun pesanggrahannya.


Sekilas kita melihat bangunan ini malah seperti benteng ataupun bangunan kuno di Timur Tengah seperti dalam film Aladin. Informasi yang mudah menyebar di era sekarang ini membuat situs ini cukup luas dikenal publik. Keindahan dan keunikan kompleks bangunan ini mempunyai daya tarik tersendiri bagi orang-orang yang suka berwisata ataupun hobi fotografi. Seperti biasa orang-orang kekinian mempunyai kebiasaan berswafoto alias berselfi di tempat-tempat yang mereka kunjungi. Tempat ini juga cocok untuk pemotretan, diantaranya adalah untuk keperluan foto pre-wedding.


Itulah sekilas tentang Situs Warungboto, bagi yang belum pernah ataupun ingin mengunjungi kembali silahkan saja. Mungkin kalau cukup waktunya sekalian piknik ke Kebun Binatang Gembira Loka mengunjungi saudara-saudari kita yang terlupakan.

Post Author: Ateam Chartam

manusia biasa

Tinggalkan Balasan