Berfilsafat

Ketika kita mendengar kata “filsafat”, biasanya pikiran kita  langsung tertuju ke zaman Yunani kuno kemudian ada Sokrates, Plato & Aristoteles. Memang benar mereka adalah tokoh filsafat, tetapi berfilsafat itu hak setiap manusia yang memiliki akal. Filsafat itu artinya sederhana, yaitu berpikir secara terstruktur. Ketika kita berpikir secara terstruktur, maka kita sudah berfilsafat, tak peduli kita ini lulusan pendidikan apa. Biasanya kita terjebak oleh istilah, bahwa filsafat itu harus rumit dan sebagainya, justru kalau tidak sistematis , tidak terstruktur itu bukan filsafat. Filsafat itu tidak harus rumit, yang terpenting adalah terselesaikannya masalah. Seseorang tidak harus belajar teori filsafat yang rumit, dia bisa berfilsafat dengan cara membiasakan diri berpikir secara terstruktur.

Di setiap zaman dan peradaban pasti ada filsafat, jadi filsafat itu tak melulu  didominasi Barat. Filsafat Jawa pun ada, dan dari bermacam lapisan masyarakat kebanyakan telah mengetahuinya. Contoh filsafat Jawa, ilmu kanti laku, ojo dumeh dan lain-lainnya. Ada sebagian  kalangan yang menyatakan bahwa ilmu filsafat adalah golongan ilmu yang tidak boleh dipelajari. Sebenarnya tidak ada ilmu yang tidak boleh dipelajari, yang ada adalah  ilmu yang bermanfaat atau tidak. Saya rasa pendapat itu muncul karena belum mengerti apa dan bagaimana filsafat,disangkanya filsafat itu cuma Barat saja. Padahal di Islam dan Jawa juga punya filsafat, dari Al Ghazali sampai Sunan Kalijaga itu juga ilmu filsafat.

Post Author: Ateam Chartam

manusia biasa

Tinggalkan Balasan